Chapter 2 : Sebuah Kebenaran
2 April 2014 (Rabu)
2 April 2014 (Rabu)
[Di Sekolah]
“Baiklah anak-anak kita akan membahas soal Proses Pembentukan Bumi, Pasti Kalian mengetahui Ada Banyak sekali teori Pembentukan bumi. Bagaimana Prosesnya menurut Teori Bigbang ?”
Para murid terlihat saling bertanya satu sama lain, dan membuat kelas agak sedikit berisik.
“Bagaimana ada yang tau ? coba kau Arikawa!”
“Baiklah.. Menurut Teori Bigbang Bumi terbentuk …..
Dikelas sedang diadakan Proses Belajar Mengajar. Tapi karena kejadian kemarin membuatku sulit untuk berkonsentrasi belajar.
“Huahhh.. Aku benar-benar tidak bisa berkonsentrasi dalam belajar. Kemarin benar-benar terasa seperti mimpi saja…”
(Kejadian Kemarin)
“HEAHHH… MATILAH !” Monster itu berteriak penuh kemarahan.
“A-Aku tak ingin mati, Karena Masih Banyak yang ingin kulakukan..”
“Hiahhhh…” Tiba-tiba seperti ada cahaya yang keluar dari tubuhku.
Kedua Serangan itu berbenturan dan membuat seluruh tempat ku berpijak bergetar karena efek serangan tersebut.
Cahaya Kuning keemasan bersinar menyinari Area Sekitar. Sinarnya sangat menyilaukan membuatku susah untuk melihat apa yang terjadi. Lalu setelah cahaya itu menghilang, aku masih melihat sosok makhluk besar itu, monster itu terdiam, sepertinya dia bingung dengan apa yang terjadi.
“APA YANG TERJADI DENGANMU BOCAH ?.” Tanya monster itu.
Aku masih hidup, dan aku tak mengerti apa yang terjadi, tapi dengan pasti aku tau kekuatan aneh yang muncul itu keluar dari tubuhku. dengan bingung menjawab apa yang monster itu tanyakan.
“Hah, Apa yang terjadi, Aku tak mengerti ?”
“M-MUNGKINKAN K-KAU ITU..” monster itu sepertinya kaget dan panik. Monster itu diam untuk sejenak lalu mengeluarkan suara aneh.. “HUAHAHAHA.. BERUNTUNGNYA AKU, KALI INI KAU AKAN BENAR-BENAR MATI BOCAH !!” monster itu bersiap menyerang lagi.
“Dia Masih bisa bergerak, Apa yang harus Kulakukan.”
“(Berkonsentrasi lah dan lepaskan satu serangan untuk menghabisinya)” suara itu terdengar di kepalaku.
“H-Hei Siapa itu ??.
Aku bertanya-tanya asal suara tersebut. Tapi tidak ada respon yang terjadi. Aku mencoba mengingat kembali apa suara itu katakan. ‘Konsentrasi, dan Lepaskan dalam satu serangan’. Jadi aku mencoba mengikuti apa yang suara itu katakan kepadaku. Dan Tiba-tiba pedang yang kugenggam seperti dilapisi oleh cahaya.
“Hoah.. Apa ini yang suara itu maksud.” Aku masih bingung, tetapi Monster yang ada didepan ku sudah memulai menyerang lagi dengan serangan yang sama. jadi aku tetap melakukan apa yang suara itu minta. ‘Lepaskan dalam satu serangan’ aku mengulangnya lagi untuk mendapatkan kepastian dari tindakan yang kulakukan.
“Heahhhh.” Dengan teriakan yang muncul dari suaraku, aku mengayunkan pedang yang ada ditangan ku dari atas kebawah dengan sekuat tenagaku.
Dan serangan yang kulakukan menimbulkan ledakan kekuatan yang besar. Serangan kami bertemu satu sama lain dan saling beradu. Lalu suara aneh itu muncul kembali.
“(Selesaikan sekarang dengan serangan yang sama)”
Apa maksudnya, aku bertanya-tanya. Tapi saat aku melihat bahwa serangan kami masih beradu, aku akhirnya mengerti. Aku mencoba untuk menarik pedangku kebelakang, untuk bersiap melakukan serangan yang sama. Tapi kali ini, Aku menyerang monster itu Secara Horizontal dari Kiri ke Kanan dengan seluruh kekuatan yang ada.
“HIATTTT..”bersamaan dengan suara yang keluar dari mulutku, aku menebas pedangku pada monster itu. Dan membuat monster itu hancur berkeping-keping.
“Huh..Huh..Huh.. Apakah dia sudah Kalah ?” Karena sesuatu yang aneh terjadi pada tubuh ku, aku jadi terasa sangat lelah.” Tubuhku terasa sangat berat, tetapi sepertinya luka-luka yang kualami perlahan sembuh dengan sendirinya. Dengan Perlahan-lahan aku mencoba menggerakan kakiku. Lalu aku teringat dengan sesuatu.
“Oh iya, Gadis itu..” Aku segera mendekati gadis misterius itu. “Ahh Syukurlah, ternyata dia hanya pingsan.” Aku melirik gadis itu sebentar. Dan mengingat bahwa dia telah menahan serangan mengerikan yang dilakukan oleh monster raksasa yang baru saja hancur.
“Ahhh, Kurasa tak ada pilihan lain, selain membawanya pulang dan merawat lukanya..”
Dengan Rasa penasaran dan perasaan lega, akhirnya aku membawa gadis itu bersamaku dengan harapan dapat mengerti semua yang baru saja terjadi.
(Sekarang)
“Kurasa, Aku akan menanyakan beberapa hal padanya Nanti.” Aku bergumam pada diriku sendiri.
“Jawaban yang bagus Arikawa.”
“Didalam teori ini juga memiliki tahapan-tahapan, Siapa yang bisa menyebutkan tahapan-tahapannya ?”
“Hmmm..” Sepertinya Bu Guru ingin menunjuk seseorang untuk menjawab pertanyaannya. Dan “Bagaimana kalo kamu Akira.”
“….”
“Hei Akira, Ibu Guru itu menyuruhmu menjawabnya.” Seseorang dari depan tiba-tiba mengagetkan ku
“Ada apa sih Kaito.”
“Apa Kau Tak dengar ibu Guru Menyuruhmu Menjawabnya.”
“Heh.. ?”
“Ada apa Akira, Apa Kau tak bisa menjawabnya ?”
“Ahh.. Jawabannya…..”
.
.
(Istirahat)
Bel istirahat tiba, Kaito mengajakku untuk makan di kantin. Awalnya aku malas untuk melakukannya. Tapi karena dia terus mendesakku, aku pun menyerah. Saat dikantin dia menanyakan tentang luka perban ditangan kiri ku.
“hey Akira kenapa dengan tangan kirimu ?”
“ah ini hanya luka memar kecil nanti juga sembuh.”
“hee, aku tak tau apa yang kau lakukan, tapi sepertinya lukanya cukup dalam.”
“tidak kok, ini sudah lumayan baikan.” Aku tidak bisa member tahukan apa yang terjadi sebenarnya ke Kaito, walaupun dia adalah sahabat dekatku.
( #Tringgg..
“Dasar Monster Jelek..” Aku memegang pedang yang dijatuhkan gadis tersebut, tapi serangan tersebut tidak bisa kutahan dengan sempurna, tangan kiriku sedikit terluka oleh nya.)
Setelah istirahat selesai kami segera kembali kekelas, dan melanjutkan pelajaran seperti biasanya. Di sepanjang pelajaran aku tak bisa berkonsentrasi Karena selalu terpikirkan kejadian sebelumnya.
Bel tanda sekolah berakhir pun berbunyi, Sebenarnya Hari Masih agak siang, tapi karena tak ada yang kulakukan disekolah, aku juga tidak mengikuti klub apapun, jadi aku bergegas untuk pulang, dan berharap gadis itu sudah sadar dari tidurnya, Tapi itu tak mungkin mengingat luka-luka yang terjadi padanya.
Lalu aku teringat dengan semua Kebutuhan dirumah yang hampir habis jadi aku harus membelinya dulu.
[Di Rumah]
Selesai berbelanja aku pun segera pulang, tidak terasa ternyata sudah sore.
Akhirnya setelah 15 menit berjalan, aku sampai didepan pintu rumah ku, aku segera mengambil kunci yang ada di saku celana ku dan memasukannya kelubang pintu, aku masuk dan berkata
“Aku Pulang”.
“Bodohnya aku, mana mungkin akan ada yang menjawabnya kan ?” aku bergumam sendiri pada diriku.
Aku tau, aku tinggal dirumah sendirian tetapi aku selalu mengatakan “Aku pulang” padahal sudah pasti tidak ada yang meresponnya.
Tapi tiba-tiba, ada suara yang terdengar dari ruang tengah
“Oh Selamat Datang, Master”.
Aku sedikit terkejut dan segera berlari kesana, sesampai nya disana aku melihat sesosok gadis cantik dengan rambut panjang berwarna hitam, dia memiliki bola mata berwarna biru laut, dan bibir tipis yang sangat menawan. Aku ingat dia adalah gadis yang memakai jubah hitam kemarin, aku sedikit terkejut padahal kemarin luka yang diterimanya lumayan parah, tetapi dia sudah sadar sekarang.
“K-kau Sudah merasa baikan ?”.
“Ahh itu tentu saja, terima kasih karena telah merawatku.”
Setelah mengatakan itu, Aku meletakan barang bawaanku di samping kulkas. Gadis itu terus menatapku dan lalu dia melihat ke tangan kiriku dan lalu tiba-tiba membungkuk didepan ku dan meminta maaf. Aku benar-benar dibuat kebingungan olehnya.
“Master maafkan aku karena telah merepotkan mu dan membuatmu terluka”
“H-hei hei kenapa kau melakukan hal seperti itu ? cepat lah berdiri”
“I-itu luka itu, pasti akibat kau menolongku kemarinkan..” dia melirik kearah tangan kiriku.
“Luka ini sudah hampir sembuh, jadi kau tak usah khawatir ?” aku mengatakannya dengan tersenyum, kemarin memang lukanya cukup menyakitkan, tetapi sekarang sudah agak lebih baik. Sepertinya luka ditubuhku, sembuh lebih cepat dari yang kuperkirakan. semua bekas pukulan ditubuhku sudah mulai menghilang. Hanya tersisa luka di tangan kiri ini saja.
“Sekarang berdirilah, apa-apaan kau membungkuk seperti itu ? apa kaki mu masih sakit ?”
“T-tidak kok, apa Master mencemaskanku.. tenang saja luka ini cuka sudah hampir sembuh”
“Hei, kenapa kau memanggilku Master ? Namaku Akira !! Akira Minamoto.”
“Kenapa ?? tentu karena Master adalah master.” Dia tersenyum setelah mengatakannya.
“Hah ??” Apa dia sedang menggoda ku. Apa maksudnya itu ?? aku sama sekali tidak mengerti.
Walaupun aku tidak mengerti, tapi sepertinya gadis itu tidak sedang bercanda. Sepertinya banyak hal yang tidak kuketahui dan aku ingin menanyakan beberapa pertanyaan pada gadis ini.
“B-baiklah aku akan mencoba untuk mengerti, sekarang kau ini siapa dan monster yang kemarin itu apa ?”
“Ahh, Maafkan Ketidaksopanan ku Master, namaku adalah Arcia aku adalah Roh Penjagamu, monster yang kemarin master lihat adalah monster yang berasal dari dunia lain.”
“Dunia lain ?? apakah itu?” Meski Wajahku menunjukan Ekspresi terkejut, tapi aku mencoba untuk tetap tenang.
“itu dunia tempat aku dan monster itu berasal. Dunia yang seperti bumi tetapi lebih banyak dihuni oleh spesies yang berbeda, mungkin disini master menyebutnya seperti Fantasi atau Khayalan.”
“lalu apa yang diinginkan monster itu ?”
“Monster itu mencoba mencuri sebuah batu harapan yang akan digunakan untuk menyegel kembali kekuatan kegelapan yang telah bangkit beberapa tahun terakhir. Batu itu dinamakan Arc Stone.”
“kekuatan kegelapan kah..”
“benar-benar seperti cerita di film ata game saja ? apa ini sungguhan atau kau hanya menipuku?” aku masih berulang-ulang bertanya karena tidak percaya apa yang dikatakannya.
“itu benar master, aku tidak sedang menipumu.”
Aku terdiam dengan rasa tidak percaya yang masih mengalir dalam pikiranku. Tapi tampaknya ekspresi serius yang terpancar dari wajah gadis yang ada didepanku ini bukanlah sebuah kebohongan. Lalu dengan sedikit menghela nafas aku kembali melanjutkan bertanya.
“lalu apakah batu itu ada padamu ? sepertinya kemarin kau tidak mau mengatakan keberadaan batu itu.”
“Sebenarnya aku tidak memilikinya, aku hanya bias merasakan sedikit keberadaannya. Menurut kabar yang kudengar, batu itu akan memilih seorang anak, anak yang terpilih bisa menggunakan kekuatan dari batu tersebut, mereka yang bisa menggunakannya disebut ArcUser.”
“Lalu, apa yang akan terjadi kepada anak-anak yang terpilih itu ?”
“Mereka akan bertarung untuk mengalahkan ‘Sang kegelapan’.”
“benar-benar tak bisa dipercaya.. apa mereka benar-benar harus bertarung. Sepertinya monster kemarin cukup berbahaya. Bagaimana jika mereka terbunuh ?”
“……” Arcia sepertinya menunduk dan bingung ingin menjawab apa.
Lalu “Itu.. jika pengguna Arc User terbunuh maka, batu itu akan mencari penggantinya. Yang sudah ditakdirkan menjadi Arc User harus bertarung melawan ‘Sang Kegelapan’.
“yang benar saja.. dengan kata lain kau benar-benar tak bisa menolaknya ?”
“ya begitulah, tetapi kekuatan dari Arc cukup besar, jadi Arc User tak mungkin terbunuh dengan mudah.”
“Kurasa memang seharusnya begitu, lalu kenapa saat aku kembali ketempat pertarungan kemarin, tidak ada bekas pertarungan apa-apa ?”
“itu karena, kita tidak bertarung di dunia ini…”
“hahh.. ap-apa maksudmu ?” lagi-lagi aku membuat ekspresi terkejut.
“begini master, dunia ini dan dunia tempatku dan para monster itu berasal seperti dua sisi dalam satu koin, jadi di sekitar dunia akan muncul sebuah garis batas atau yang disebut dunia perbatasan, itulah dunia tempat kita bertarung kemarin, para monster tak akan bisa menyebrang masuk kedunia manusia, mereka hanya bisa masuk sampai dunia perbatasan, tapi monster yang kuat bisa mengacaukan dunia ini walaupun hanya dari sana. Dan juga yang bisa melihat dunia perbatasan dan menyebrang kesana hanya orang-orang yang terpilih.”
“Kau bilang hanya orang-orang yang terpilih yang dapat melihatnya dan menyebranginya ?, tapi kenapa aku bisa melihat dan pergi kesana ? aku bahkan tidak terpilih dan tidak punya ArcStone itu ?”
“Tidak master, kau adalah yang terpilih, ArcStone hanyalah pemicu untuk mengeluarkan potensi dan kemampuan sesungguhnya dari penggunanya, jika penggunanya tidak singkron maka ArcStone akan menolaknya. kau memilikinya master, ArcStone mu berbeda, dia adalah yang terkuat diantara 4 lainnya. Dan dia ada didalam tubuh mu.”
“hah.. di-didalam tubuhku ? Aku benar-benar tidak percaya semua ini !!”
“Walaupun begitu, inilah kenyataannya master..”
Arcia mengatakannya dengan sangat santai, aku berfikir jika yang dia katakan benar, berarti aku terjebak pada takdir dimana aku harus melawan monster-monster seperti kemarin lagi.
“Huahh.. Jadi aku harus terlibat dengan semua ini lagi.” Aku menarik nafas panjang dan meneruskan pertanyaanku untuk bisa mendapat informasi lebih banyak.
“Kau bilang tadi Roh Pelindung, apa itu ?
“ArcStone memiliki kemampuan untuk memanggil 1 monster dari duniaku master, Monster yang sudah dipanggil oleh ArcStone akan membuat kontrak dengan ArcUser dan akan melayani dan membantu Arc User bertarung, mereka disebut Guardian Spirit atau Roh Pelindung. Mereka akan mendapatkan kekuatan dari ArcStone untuk dapat menyebrang ke dunia manusia dan mempertahankan wujud fisiknya.”
Aku sedikit mengerti dengan apa yang dijelaskan oleh gadis itu, ini seperti sebuah kontrak yang biasa ada pada game bertipe RPG. Lalu aku melirik kearah gadis itu, melihatnya dengan cermat. Dilihat dari manapun dia tetaplah manusia, lalu kenapa gadis itu bilang dia adalah roh pelindungku ?? apa kontrak ini juga berlaku untuk manusia ?? lalu kapan aku melakukan kontrak itu ??
Dengan kebingungan akhirnya aku mencoba untuk menanyakannya dengan tenang.
“lalu jika aku merupakan salah satu pengguna apa aku pernah melakukan perjanjian denganmu?”
“Tidak master, Bukan aku yang melakukan kontrak dengan mu.”
“Hah.. ? lalu Siapa.. ?? Bukannya tadi kau bilang adalah Roh pelindungku ??”
“B-bukan begitu maksudku.. Dia tertidur di dalam dirimu bersama dengan kekuatanmu.” Arcia mengatakannya sambil menunjuk kearah Area sekitar Dada dan Perut.
“Ke-Kenapa ada didalam tubuhku, siapa yang melakukannya ?” aku melirik kearah perutku. Lalu aku berfikir apa itu mungkin asal suara yang kudengar waktu itu. Dan kembali melihat Arcia
“Ayah Masterlah yang melakukannya, alasan beliau melakukannya adalah karena Monster yang ada didalam tubuh master adalah monster yang sangat kuat tetapi susah untuk dikendalikan. Maka dari itu Beliau percaya bahwa master bisa mengendalikan kekuatannya dan menerima semua tanggung jawab ini.”
“A-apa A-ayahku.. apa dia tau tentang semua ini ?” Aku sangat terkejut saat dia bilang bahwa ayahku melakukan hal ini.
“tentu saja, beliau juga merupakan ArcUser terdahulu yang sangat hebat, dia memberikan kekuatannya padamu master.”
“A-aku benar-benar bingung ingin mengatakan apa ?, aku tidak tahu kalau ayahku pernah terlibat dengan hal ini, dan yang lebih penting apa dia masih hidup ?? Di-dimana dia ?” tanpa memberikan sedikit waktu aku jadi seperti bersemangat dan lupa diri.
“Ahh.. ituu… di-dia.. i-tuu..” Arcia terlihat pusing dan kebingungan
“Ah maafkan aku. k-kurasa sebaiknya kita hentikan dulu saja pembicaraan ini, entah kenapa aku sangat lelah dan bingung, aku akan menanyakan lagi nanti. aku akan mandi dulu setelah itu aku akan menyiapkan makan malam.”
“bi-biar aku saja master yang menyiapkan makan malam, master mandi saja dengan tenang.”
“Eh.. Baiklah jika itu mau mu, bahan masakannya ada di kulkas dan aku membeli beberapa bahan tadi, gunakan saja sesukamu.”
Setelah itu aku pergi kekamar mandi untuk membasuh diriku, dan setelah selesai aku berbaring sebentar ditempat tidur dikamarku, entah kenapa tiba-tiba tubuhku terasa sangat lelah dan berat. Dan aku benar-benar tidak percaya dengan semua yang di katakan Arcia. Tapi walaupun tidak percaya, entah kenapa aku merasa kalau semua yang dikatakannya benar.
Jadi Ayah terlibat hal ini. Kenapa dia tidak memberitahuku. Dan dimana dia sekarang, aku benar-benar ingin menemuinya. Aku terus merenung dan berbaring di tempat tidur. Lalu ada suara yang memanggilku.”
“Master Makan Malam nya sudah siap.”
“Ah ya Baiklah, aku akan segera kesana”
Aku segera bangun dari tempat tidur ku dan berjalan kemeja makan, dan aku sangat terkejut, semua masakannya terlihat sangat enak dan lezat.
“whoa, sepertinya enak..”
“Silakan di Makan Master !!”
“Selamat Makan”
Aku memakan Masakan yang Arcia Buatkan, dan masakannya sangat enak dan lezat. Masakan ini benar-benar seperti makanan kelas atas.
“Masakanmu sangat enak Arcia.”
“Suatu Kehormatan kau memuji ku master.”
Lalu aku sedikit melirik gadis yang ada di sebrang meja makanku. dia hanya diam dan melihat kearahku.
“hei kenapa kau hanya diam, kau juga harus makan, kau kan belum sembuh total”
“itu tidak perlu master, aku hanya perlu meminta sedikit Mana yang ada dalam tubuhmu master.”
“Mana dalam tubuhku ?”
“Itu adalah sebuah energy yang ada untuk mempertahankan wujud kami di dunia ini. Mana juga digunakan sebagai sumber sihir.”
“jadi kita bisa melakukan sihir asal punya yang namanya mana ?”
“sebenarnya setiap makhluk memilikinya, tetapi untuk mengeluarkannya yang sulit, untuk melakukan sihir kau harus bisa mengeluarkan ‘Mana’ dan tau Mantra untuk sihir yang dipakai.”
“oh jadi begitu.”
“Aku bisa mengeluarkan mana ku sendiri, tetapi karena sudah lama tidak mendapat Supply jadi aku butuh sedikit Mana dari Master, mungkin tubuh Master berat untuk sekarang ini, maafkan aku master tapi bisakah kau menahannya sedikit.”
“jadi itu alasan kenapa tubuhku berat dan terasa lelah, tapi kau juga harus makan, aku tetap akan memperbolehkan mu menghisap apa yang kau Sebut Mana itu, tapi makanan juga penting untuk tubuhmu kan.”
“kalau begitu aku akan makan nanti, aku tidak pantas makan bersamamu master, aku akan memakan apa yang master sisakan saja..” Dia mengatakannya dengan tersenyum, entah mengapa itu membuatku kesal.
Setelah itu aku berhenti makan dan bertanya padanya..
“hei Arcia, apa alasannya kau memanggilku master ?”
“itu sudah jelaskan, karena master adalah Tuan atau Majikan ku.”
“kenapa kau berpikiran begitu ?” aku menanyakannya dengan nada datar dan sedikit perasaan kesal.
“karena memang begitu seharusnya perilaku Tuan dan pelayannya kan”
“Kenapa kau menganggap dirimu pelayan? kau bilang, kau bukan yang mengikat kontrak denganku?”
“Alasan ku diciptakan adalah untuk melindungimu master.”
“Hah.. ? apa yang kamu bicarakan ?” Apa yang dia katakan, alasan dia diciptakan ?? apa maksudnya itu ?? aku tidak mengerti sama sekali.
“Aku diciptakan menggunakan DNA mu dan Sedikit DNA dari monster yang ada dalam tubuhmu, bisa dibilang Aku adalah bagian dari tubuhmu master. Jadi itu sudah pasti jika aku adalah Roh pelindungmu juga.”
“hahh !? itu pasti bohongkan, Si-siapa yang melakukan itu ?”
“Ayah Masterlah yang melakukannya, dia memberikan ku hidup dengan kedua campuran DNA itu dan aku ditugaskan untuk melindungi master dan mungkin untuk saat ini kamu tidak bisa mengendalikan Roh Pelindungmu jadi saat ini akulah yang akan menjadi Roh pelindungmu master, dan aku juga akan menuruti semua yang kau perintahkan Master !!”
“Jadi Master tidak perlu memperlakukan dengan baik, aku hanyalah Manusia setengah Monster. Aku tidak pantas untuk bersanding denganmu master, aku hanya bagian kecil dari dirimu.”
Aku benar-benar terkejut dengan semua ini, aku tidak tahu bahwa Ayah adalah pengguna Arc Stone, dan fakta mengenai gadis cantik yang ada didepanku ini merupakan gadis yang berasal dari campuran DNA ku dan mengatakan bahwa dia bagian dari tubuhku. Dengan mencoba untuk tetap tenang, aku mengambil Nafas panjang dan mulai berbicara lagi.
“Aku benar-benar tidak mengerti dengan yang ayah lakukan, tapi Aku ingin kau merasakan apa yang telah kau buat. Berhentilah berbicara omong kosong tentang semua ini, kau juga harus bisa merasakan kesenangan, aku tidak peduli kau adalah bagian dari diriku atau tidak, tapi yang menjalani hidupmu adalah kau sendiri, kau juga harus merasakan layaknya hidup seperti yang lain.
“ta-tapi master, kau harus mengutamakan kondisi tubuhmu, dan aku juga sedang melakukan transfer energy pasti itu memberatkan tubuhmu.”
“Arghhhh…, Kau benar-benar keras kepala.. kalau begitu, jika tidak ingin memakannya, aku juga tidak akan memakannya !!” Sikap keras kepala dari gadis didepanku benar-benar membuatku naik darah.
“ta-tapi master, bagaimana dengan tubuhmu ?”
“Aku tidak peduli.” Dengan nada acuh aku menjawabnya.
“Ma-maafkan aku master, seharusnya aku mendengarkan dan menuruti apa katamu, baiklah aku akan makan bersama dengan mu..”
Aku benar-benar dibuat kebingungan oleh sifatnya, sifat keras kepalanya benar-benar melelahkan. Tapi bila yang dikatakannya benar.., “Aku diciptakan menggunakan DNA mu dan Sedikit DNA dari monster yang ada dalam tubuhmu”, berarti apakah itu sifatku juga ? Apa aku sekeras kepala itu… Ah sudahlah, tidak usah terlalu dipikirkan.
Setelah selesai makan, aku hanya melakukan hal yang seperti biasa ku lakukan, menonton TV dan lalu belajar untuk sekolahku besok, hanya saja sekarang aku tidak sendirian lagi dirumah, Mulai Hari ini Arcia akan tinggal dengan ku, aku tidak ingin sepenuhnya percaya dengan semua yang dikatakannya, tapi aku sudah melihat beberapa bukti yang cukup untuk membuatku untuk tidak menganggapnya sebagai lelucon. Aku harap, aku tidak ikut campur lebih dalam lagi, tapi kenyataan mengatakan sebaliknya. Aku masih belum mengetahui apa-apa tentang hal ini, mungkin jika aku ikut campur dan menelusurinya lebih dalam, aku bisa menemukan Kebenarannya. Baik kebenaran tentang keluarga ku, dunia ini, maupun Adikku.
Hari sudah hampir larut, aku harus bergegas tidur, supaya tidak terlambat untuk sekolah besok.
“Hei Arcia, kau boleh menggunakan kamar ini.” Menunjuk sebuah ruangan.
“Master tak perlu repot-repot, Sebenarnya aku bisa mengubah diriku menjadi roh dan menyatu dalam tubuh master. Jadi Anda tidak perlu menyiapkan ruangan untuk ku.”
“Hah, apa yang kau bicarakan ?”
“seperti ini master.” Tiba-tiba Arcia berubah menjadi transparan dan menyatu denganku.
“Jadi kau bisa melakukan itu ?”
“Tentu, semua monster yang sudah melakukan kontrak bisa melakukannya. Mereka bisa berubah menjadi pancaran energy dan menyatu dengan tubuh tuannya.” Arcia mengatakannya dalam kepalaku.
Setelah itu dia muncul kembali didepanku.
“Menurutku kau tidak seperti monster, kau adalah manusia. Jangan pernah menyebut dirimu monster lagi.”
“Aku ini hanya manusia setengah monster. aku ada untuk melindungi dan mengikuti semua yang kau perintahkan. Kau boleh melakukan semua hal yang kau mau padaku. Tak peduli apa yang kau perintahkan itu baik atau buruk aku akan selalu mengikutinya master.”
“Huh.. kau ini lagi-lagi berbicara omong kosong, terserah padamu lah. Tapi karena kau mulai tinggal disini, maka kau membutuhkan kamar. Lagi pula kamar itu tidak terpakai, jadi kau boleh memakainya.”
“Dan juga walaupun kau menganggap dirimu setengah manusia atau setengah monster. Bagiku kau tetaplah dirimu. Kau memiliki hal yang sangat luar biasa. Bahkan kau rela menerima pukulan monster raksasa itu demi menyelamatkan ku. Mungkin ini Terlambat tapi Terima Kasih ya” dengan tersenyum aku mengucapkan banyak terima kasih. Aku tidak tau apa jadinya jika terkena pukulan monster kemarin itu.
“Eh.. I-tu.. I-itu.. E-hh..” Ekspresi Bingung yang dikeluarkan cukup Lucu dan terlihat menggemaskan. Bukan hanya wajahnya yang menawan. Sikapnya yang sopan dan Lucu jika kebingungan mungkin akan membuat banyak pria jatuh hati.
“Dan aku sudah mulai mengantuk, kalau begitu.. sampai besok, Selamat Malam.”
“Baiklah jika itu yang Anda inginkan Master, Terima Kasih untuk hari ini.. selamat tidur ^^”
Setelah itu aku memastikan semua pintu dan jendela sudah terkunci dan pergi ke kamarku untuk tidur.
“aku benar-benar lelah, selamat tidur” dengan begitu aku memejamkan mataku dan tak lama setelahnya aku mulai tertidur.
***
(Ini Tanda Bergantinya sudut pandang)
(Ini Tanda Bergantinya sudut pandang)
Tiba-tiba.. “kreeek” suara pintu terbuka..
“Ah, master sudah tidur rupanya, master benar-benar kelelahan, karena aku menyerap energinya..”
“Ahhh,,” (bermimpi)
“Ada apa dengan master, apa dia bermimpi buruk.. kuharap master akan baik-baik saja, dia benar-benar sangat baik. Tepat seperti yang anda katakan.”
BERSAMBUNG
Chapter 2 : Download
Original Created by Aziz Musyaffa
Mantap gan (y)
BalasHapus