1 April 2014 (Selasa)
[Di Rumah]
(Bermimpi Aneh)
Tiba-tiba..
#Triinnggggg (Alarm Berbunyi)
"Hoammhh, lagi- lagi aku bermimpi aneh.. " !!?!!, Click !! (Tanganku menekan tombol dan mematikan alarm tersebut)
Dengan Perasaan Mengantuk yang masih mengganguku aku mencoba bangun dari tempat tidurku. Dengan mata yang masih setengah tertutup aku melihat sekeliling kamarku. Sambil mencoba meregangkan tubuhku, aku memfokuskan mataku melihat kearah kalender yang dilingkari coretan berwarna merah.
Hari ini adalah tanggal 1 April 2014 yang berarti bahwa hari ini adalah Tahun ajaran baru di SMA tempatku bersekolah. Dengan begini liburan semesterku berakhir dan harus mengikuti tahun ajaran baru.
Aku terduduk sambil melihat kearah jam yang menunjukan pukul 06.10.
“…….”
“…….”
“Waahhh, Aku hampir telattt !!” Sambil berteriak, aku melompat dari tempat tidur lalu merapikannya dan segera bergegas kekamar mandi.
Aku hanya menghabiskan waktu sekitar 6 menit dan segera kembali kekamar untuk memakai seragamku. Aku pun sarapan dengan sangat tergesa-gesa. Memang Sekolah SMA ku dekat dengan Rumahku yang mungkin hanya membutuhkan waktu 15 menit jalan kaki untuk kesana. Tapi, Karena ini adalah awal ajaran baru, Kepala sekolah dan Staff nya akan memberikan Pidato singkat dan jam masuk sekolah dipercepat menjadi 06.30.
Setelah Selesai, Aku melihat kearah jam dan jam sudah menunjukan angka 06.22 Aku bergegas keluar dari rumahku, menguncinya dan berlari melewati jalan yang biasa ku lewati.
“(Tap.. Tap.. Tap..)”
Aku berlari dengan sekuat tenagaku untuk mencapai sekolah. Aku mengerahkan semua kemampuanku dan menyalurkannya ke kakiku. Aku berlari tanpa mempedulikan orang-orang disekitarku.
Tiba-Tiba..
“Waaa.. !!”
#Brukk
Karena Kecerobohanku, Sepertinya aku menabrak seseorang. Aku segera Mencoba Meminta Maaf Pada Seseorang Yang kutabrak didepanku.
“Ahh, Maafkan Aku.. Aku sedang terburu-buru dan tidak sengaja menabrak Anda.”
Saat aku melihat kedepan, ternyata seseorang mengenakan jubah hitam tertutup rapat, sehingga sangat sulit untuk melihat wajahnya.
Aku terus melihatnya dengan sedikit Bingung, dan tiba-tiba..
“Ahh.. itu tidak masalah..” Seseorang berjubah hitam itu menjawab lalu segera bangun dan pergi.
Aku sedikit terkejut dan teringat bahwa aku sedang terburu-buru. Dan Aku pun segera berdiri dan bergegas menuju ke sekolah.
[Di Sekolah]
“Tingg Tongg Tengg Tongg” tanda bel masuk pun berbunyi, dan di ikuti suara..
“Bagi seluruh Siswa maupun Siswi segera berkumpul di Aula Sekolah.
“Huh.. Huh.. Huh.. A-Aku Tepat waktu.. !!!”. Dengan terengah-engah aku segera menuju ke Aula sekolah.
Ini Dia Sekolahku. Sekolah dengan tiga tingkat bangunan. Yang memiliki lapangan besar dibelakangnya yang biasa digunakan untuk acara klub dan event-event sekolah. Aula sekolah ada disamping sekolah dengan Atap Berwarna Hijau.

[Di Aula Sekolah]
Kepala Sekolah Sedang Berpidato didepan Aula.. “Kalian sekarang sudah menjadi siswa kelas 2 yang berarti kalian akan memiliki junior yang akan bersekolah disini, untuk itu……”
“Huhh, Untunglah Aku tidak terlambat..” Aku bergumam pada diriku sendiri.
“….. !!?!!”
“Kau terlihat kelelahan Akira”. Tiba-tiba, ada Sesorang yang berbicara padaku dan dia menyentuh punggung ku dari belakang.
Aku berbalik dan ternyata..“Ahh, ternyata kau Kaito.. ku kira siapa.”
Seseorang Lelaki dengan tinggi yang hampir sama dengan ku berdiri dihadapanku. Dengan potongan rambut pendek berwarna coklat kemerahan, dan bola mata berwarna hijau. Namanya adalah Kaito Kagami, dia adalah temanku sejak Smp dan sekarang bersekolah di Sma yang sama dengan ku. Dia seorang yang sangat bersemangat dan selalu periang.
“Heii.. Kau belum menjawab pertanyaan ku, dan sekarang malah melamun.”
Kaito dengan Penasaran Bertanya padaku.
“Ahh.. !!, I-ituu..!!
Aku ingin mengatakan kalau aku terlambat bangun, tetapi Kaito segera memotong perkataanku.
“Aku tau, kau pasti terlambat bangun, dan berlari menuju kemari kan !!”
“Jika kau sudah Tau, kenapa masih bertanya ?” Dengan sedikit rasa jengkel aku mengatakan itu kepada orang yang berdiri didepanku.
“Haha, Maaf-Maaf, Kenapa kau bisa terlambat sih ?”
“Ahh, Aku lupa kalau hari ini adalah awal tahun ajaran baru dan Jam masuk dipercepat.”
“Ohh, Begitu Rupanya.. yah Untung lah kau datang tepat waktu, Sekarang kita sudah kelas 2, kita tidak memberikan contoh yang buruk pada Junior kita.” Kaito menceramahiku dengan penuh semangat.
“Ya aku tau itu dan diamlah dengarkan apa yang Kepala sekolah katakan.” Aku berkata begitu agar Kaito bisa berhenti menceramahiku.
“Kau ini.. memang tak memilki semangat ya.”
“Sudah..!! Diamlah !!”
Setelah aku berkata begitu, Kaito akhirnya diam dan tersenyum kepadaku.
“Sekarang Kalian dapat melihat nama kalian disini untuk mengetahui dimana ruangan yang akan kalian tempati dan Selamat Belajar.” Kepala Sekolah menunjuk Dinding yang sudah dipenuhi oleh kertas-kertas yang ber isi nama para siswa dan pergi meninggalkan ruang aula. Setelah itu para Staff guru yang lain pun ikut pergi dan para siswa bergegas untuk melihat nama mereka di dinding tersebut.
“Hmmm, Dimana Namaku ya… ah ini dia, ‘Kelas 11 C’. ” Aku mencarinya di setiap Kertas dan akhirnya menemukannya .
“Hei, Akira.. Kurasa kita Sekelas.” Lagi-Lagi Kaito Mengejutkanku, dia tersenyum dan jari telunjuknya menunjuk namanya di kertas yang ada di depanku.
“Hah, Sekelas denganmu pasti akan merepotkan ku..”
Aku mengatakan Begitu untuk sedikit menggodanya. Lalu dia sedikit memberikan ekspresi kesal dan berkata
“Hei jangan Begitu, coba lihat ini” Kaito Menunjuk nama Seseorang lagi.
“Arikawa Haruka.. !!?!, ehh Siapa dia ??”
Setelah itu Kaito memberikan Ekspresi terkejut dan mengatakan sesuatu yang seperti mengejekku.
“Hah.. !! Kau tak tau siapa dia ?, Aduh Kau ini Benar-Benar Menyedihkan, padahal kau cukup populer diantara Para gadis”
“Hah ?!, Aku Populer ?! apa kau bercanda !!, sudah lah.. katakan siapa dia ?” Aku berbincang-bincang dengan Kaito sambil berjalan keruangan Kelas. Kami menaiki tangga lantai kedua karena ruang kelasnya ada dilantai dua. Lalu kami berjalan melewati lorong sambil berbincang dan melihat-lihat sekitar. Sepertinya tidak banyak yang berubah . lalu kaito melanjutkan berbicara.
“Dia itu merupakan Gadis Dari keluarga ‘Arikawa’ yang katanya baru kembali dari Amerika. Padahal Dia baru bersekolah disini tapi dia sudah jadi pembicaraan dan murid populer, dia juga memiliki nilai rapot yang bagus saat dia bersekolah disana. Bisa dibilang dia peraih nilai tertinggi disana. ”
“Jadi dia peraih nilai tertinggi ya.. lalu, siapa keluarga ‘Arikawa’ ?”
Setelah bertanya, lagi-lagi kaito memberikan ekspresi kaget yang sangat lucu.
“Apa Kau Benar-Benar Serius tidak mengetahui keluarga ‘Arikawa’ ?!
“Apa mereka orang penting?!” Ucapku dengan Santai.
“Keluarga Arikawa merupakan keluarga kaya dan terpandang yang ada didaerah ini. Ayahnya adalah seorang Illmuan yang hebat.”
“Ohh, Begitu kah.. Jadi Dia orang Pintar dan Orang terpandang”
“Ya, Begitulah kira-kira, ahh.. Akhirnya kita Sampai, ayo masuk Akira..”
Akhirnya kami tiba di ruangan tersebut. Kaito segera masuki ruangan tersebut dengan sangat bersemangat. Aku berhenti sejenak untuk melihat papan diatas ruangan tersebut agar aku tidak salah memasuki ruangan. Di papan tersebut bertuliskan ‘Kelas 11 C’ dan karena ruangan ini adalah ruangan yang benar akupun segera masuk.
Setelah Memasuki Ruangan, Aku Melihat kearah papan tulis karena disitu terdapat denah tempat duduk kami.
“Hmmm.. jadi dibelakang yah.” Setelah melihat denah tempatku duduk, Aku melihat Nama Orang Disekitar ku, dan ternyata..
“Hah, Kenapa Didepanku Harus Kaito sih.. dan yang disampingku ternyata… ‘Arikawa Haruka’.”
Setelah melihat kelas sekitar, Aku berjalan ketempat duduk. Aku sampai didepan tempat dudukku, aku segera menarik kursi ku ke luar dan segera duduk, mengingat sejak tadi aku belum duduk sedikitpun.
Aku melihat keadaan sekitarku, Kaito sedang berbicara dengan seorang laki-laki yang ada dikursi Depan, mengingat memang Kaito adalah orang yang selalu ceria jadi dia sangat mudah untuk bergaul, Lalu aku melihat banyak murid Laki maupun perempuan yang sedang mengobrol satu sama lain, mungkin mereka mencoba untuk mengenal dan mengakrabkan diri satu sama lain. Lalu aku Melihat kesampingku, terlihat Seorang gadis dengan Rambut panjang berwarna Biru Gelap dengan Mata yang berwarna biru hampir sama dengan ku sedang duduk membaca sebuah buku dengan tenang.
“Ahh jadi itu yang Namanya ‘Arikawa Haruka’, sepertinya dia sangat pendiam.”
Saat Sedang melihat kesamping, tiba-tiba gadis yang bernama Aikawa itu melihat kearahku. Dia menatapku dengan tatapan dingin dan penuh kecurigaan.
Memang awalnya aku yang melirik kearahnya pertama kali, tapi apa benar ini salahku dia menatapku seperti itu ?
Apa mungkin dia berfikir aku akan melakukan sesuatu yang aneh ?
Tanpa berfikir panjang aku mencoba untuk basa-basi dan memperkenalkan diriku.
“…….”
“E-eh itu, aku tidak bermaksud melakukan sesuatu yang buruk. Aku hanya sedang memperhatikan keadaan sekitar.”
Dengan sedikit gugup, aku mencoba menjelaskan situasinya. Aku berharap tidak terjadi kesalahpahaman. Lalu gadis yang masih menatapku mengelurkan suaranya.
“Aku tidak peduli apa yang kaulakukan.”
Kata-kata yang keluar tidak sesuai harapanku. Mata yang masih melihatku dengan tatapan dingin dan kalimat yang baru saja dikeluarkan seakan dia tidak suka denganku. Lalu aku dengan sedikit bingung bertanya padanya.
“Hei, Apa kau marah padaku?”
“Tidak.. Biasa saja.” Ucapnya dengan nada Datar yang benar-benar menyebalkan.
“Hei, ada apa denganmu ?”
“bukannya kau yang bertingkah aneh!”
“Aku hanya mencoba memahami situasi dikelas ini, jika tadi aku melakukan kesalahan yang menyinggungmu aku minta maaf !”
Aku mencoba untuk mengerti apa kesalahan yang kuperbuat. Aku bahkan mencoba meminta maaf padanya berkali-kali, tapi dia terus mengatakan sesuatu yang menyakitkan.
“Baiklah-baiklah terserah padamu. Tapi bisakah kau kecilkan suaramu ? Akan menjadi menyebalkan bila semua orang dikelas ini memandang kearah sini.”
“E-ehhh..” Setelah mendengar kata-katanya, Aku segera melihat kesegala arah. Aku memastikan agar tatapan orang-orang tidak menatapku.
Untunglah suasana dikelas ini sedikit berisik, jadi tidak ada yang menyadari perdebatanku dengan gadis disebelahku ini. Tapi Ada apa dengan gadis ini ?
Gadis yang bernama Aikawa ini benar-benar menyebalkan. Dia seperti menutup diri dari bersosialisasi. Dia seperti tak perduli hal lain disekitarnya. Tapi, apakah dia harus bersikap sekasar itu? Padahal aku hanya ingin menyapanya karena dia berada di sebelahku.
Tiba-tiba..
“Ahhh, Maaf Ibu Agak Telat..” Tiba seorang perempuan masuk ke dalam kelas.
Seorang yang Kira-kira Umur 24 tahunan. Menggunakan Kaca mata dan rambut pendek membuatnya terlihat sedikit berwibawa. Menggunakan Blazer berwarna Coklat dan sepatu hitam. Dia terlihat seperti sedang memeriksa sebuah Jam tangan untuk memastikan sekarang jam berapa. Lalu dia tersenyum dan berkata dengan suara lembutnya.
“kalian semua silakan duduk dengan tenang, ibu akan memperkenalkan diri.”
Semua murid Kembali kekursinya masing-masing dengan tenang.
“ Mulai Sekarang Ibu adalah wali kelas kalian. Nama Ibu adalah Fukuko Yamamoto, kalian bisa memanggil ibu dengan sebutan ‘Bu Fukuko atau Bu Yamamoto’. Baiklah untuk awal kurasa kita mulai dengan menentukan Ketua Kelas dan struktur kelas… ”
Bu Fukuko dan Murid-murid lain mulai sibuk melakukan pembagian tugas dan menentukan struktur kelas.
“Huahh kuharap ini segera Berakhir !”
Aku sedikit bergumam sendiri lalu seperti melihat sesuatu
Hah Apa itu.. ?” Aku melihat kearah jendela dan Aku seperti melihat sebuah kilatan cahaya terbang melintas dan menghilang.
“ Hah mungkin hanya imajinasiku saja..”
[Di Kelas]
#Tringgggg.. !!! (Bel istirahat Berbunyi)
“Ahh, Terima kasih Murid-murid .. Selamat istirahat.”
“Baiklah Bu..” Anak-anak menjawab dengan serentak.
Sekarang adalah jam istirahat banyak murid yang segera mengeluarkan bekal makan siang mereka, dan siap untuk memakannya..
“Hey Akira, Ayo kita makan Siang.”
“Ah, Kau Duluan saja Kaito..”
“Hei ada apa ? apa kau tak membawa bekal, kalau begitu kita ke kantin saja ?”
“Ah soal itu..”
Ketika Aku ingin menjelaskan lebih langsung. Tiba-tiba saja kaito langsung memotong.
“Hmm.. Pasti kau juga tidak membawa uang saku mu kan. Benar-benar kesialan di hari pertama.” Kaito mengatakannya dengan nada mengejek
“ Diamlah ! ” Aku segera berdiri dari tempat duduk ku dan pergi keluar kelas..
Dengan perasaan kesal aku meninggalkan kelas.
“Ahh sial.. Kenapa aku lupa untuk membawa bekal yang sudah kupersiapkan, dan bahkan lupa untuk membawa uang saku.” Aku berjalan melewati lorong sekolah sambil menggerutu kepada diri ku sendiri.
“Lagi pula memikirkannya hanya membuatku tambah lapar, kalau begitu lebih baik ketempat itu untuk menenangkan diriku..”
[Di Atap Sekolah]
“Huaaah.. Tempat ini memang benar-benar membuatku merasa lebih baik..”
Atap sekolah adalah tempat yang paling sekali ku kunjungi waktu istirahat untuk membuatku lebih baik. Udara disini terasa sangat nyaman dan membuat semua stess ku menghilang. Tak banyak yang sering kesini jadi tempat ini sangat sunyi dan sangat tenang.
“……”
Tiba-tiba aku melihat seseorang sedang duduk memakan bekal..
“K-kau.. A-arikawa kan, kenapa kau ada disini..”
“Apa tempat ini milikmu ?” Arikawa masih berbicara dengan Nada yang Dingin.
“Ahh, kau benar juga.. tapi kukira tak ada yang menyukai tempat seperti ini..”
“Oh itu, aku merasa tempat ini sangat nyaman dan tenang dan jarang bisa mendapat ketenangan seperti ini di Rumah.” Saat Arikawa membicarakan mengenai rumahnya, Ekspresinya sedikit berubah sesaat dan kembali lagi seperti semula.
“Kalau begitu Lebih baik aku pergi, Kau boleh melanjutkan makanmu ?
“Kenapa kau terburu-buru ?”
“Lagi pula kau tak terlalu suka dekat dengan ku kan. Aku hanya akan membuat selera makanmu menghilang.”
“E-eh, kenapa bilang begitu ?”
“Bukankah tatapanmu dikelas tadi sudah menunjukan kalau kau tidak suka berada didekatku. Jika begitu Aku pergi..”
“I-itu.. M-maafkan aku !”
Tiba-tiba aku terkejut dengan apa yang dikatakannya. Dia membungkuk dan meminta maaf. Yang membuatku heran kenapa dia meminta maaf, apa karena yang dikatakannya dikelas. Setelah berdiri dan membungkuk dia kembali duduk kembali, karena aku bingung dan ingin tau apa yang terjadi aku pun duduk di sebelahnya dan berharap dapat mengerti situasinya.”
“Aku tak bermaksud mengatakan hal itu. Maafkan aku jika itu menggangumu.”
Dengan wajah bingung aku menanyakan pertanyaan padanya.
“Eh apa yang terjadi dengan mu, apa kau benar-benar Arikawa yang tadi dikelas.”
“Itu tentu saja kan, kau pikir ada orang lain lagi ?”
“Sepertinya sifatmu berbeda sekali dengan yang tadi ? apa kau memiliki kepribadian ganda?”
“tentu saja tidak, p-pokoknya aku minta maaf, jika itu menyakitimu. Sebenarnya aku tak bermaksud mengatakan itu ?”
Meskipun suasana disini terlihat aneh, akhirnya aku berkata seolah-olah sudah tak perduli dengan apa yang dikatakannya.
“Yah aku juga sudah tidak terlalu memikirkannya..”
Dengan wajah yang agak kesal dan bingung Arikawa menanyakan sesuatu
“Hah, kalau begitu.. kenapa kau menyinggung soal hal itu lagi ?”
Lalu dengan sedikit tersenyum masam aku berkata.
“Oh, aku hanya ingin menggodamu, kukira kau tadinya menyebalkan.”
“jadi kau menganggapku menyebalkan ya ?”
Setelah mengatakan itu Arikawa menunduk kebawah seakan dia terlihat sedih.
“Ahh.. aku tidak bermaksud begitu ?” bodohnya aku mengatakan sesuatu yang dapat menyinggung perasaannya.
Setelah itu dia segera mengangkat kepalanya dan mengatakan hal aneh.
“Aahhh itu, murid lain juga pasti akan berfikiran hal yang sama denganmu. aku malah lebih senang kau menganggapku begitu ?”
“Heh, apa yang kau katakan ?” Dengan Ekspresi bingung aku bertanya.
“Ahh.. lupakan saja yang baru kukatakan.”Dia menyuruhku melupakannya. Tapi, jelas sekali ada sesuatu yang tidak beres pada dirinya. Maksudku mana ada orang yang senang bila dianggap menyebalkan oleh orang lain. Apa dia Masokis ? ketika aku ingin menanyakan hal itu kepadanya, aku lupa jika sedang berbicara dengan seorang gadis. Apalagi gadis ini baru pertama kukenal. Jadi kuhentikan niatku untuk bertanya.
“Lalu Minamoto apa yang kau lakukan disini ?”
“….., E-ehh, kau mengenal ku.”
“Tentu saja kita kan sekelas, lagi pula kau duduk disampingku..”
“Tapi kurasa aku belum memberitahu namaku.”
“Aku juga belum memberitahu namaku, tapi kenapa kau bisa tau ?”
“Ah.., aku ingat jadi dari denah yang digambar dipapan tulis ya ?”
Apa yang terjadi denganku ? Lagi-lagi aku membuat tingkah bodoh didepan seorang gadis.
“Dasar kau ini..”
Setelah itu Arikawa sedikit memberikan tawa kecil yang sangat manis.
“Ahh Baiklah kurasa kita belum berkenalan secara Normal, Aku Akira Minamoto. Salam kenal.”
Arikawa memberikan Senyuman yang sangat manis lalu dia mengenalkan dirinya.
“O-oh aku Arikawa Mizuki. Salam kenal juga.”
Kami berjabat tangan, karena sudah memperkenalkan diri satu sama lain.
“Ngomong-ngomong, kenapa kau kesini ?”
“Hmm mungkin aku hanya tidak nyaman berada ditempat ramai, dan terkadang itu membuatku pusing.”
“ Hmm.. apa kau tidak terlalu suka dengan keramaian ? ”
“ Ya, mungkin bisa dibilang begitu..”
Alasanku kesini ialah untuk menenangkan diri dan menghabiskan waktu, biasanya jika tidak ada yang kulakukan pada jam istirahat. Aku selalu pergi kesini untuk mendengarkan musik sambil berbaring melihat awan yang sedang mengambang diudara. Tapi jika aku mengatakan hal itu, hanya akan terlihat konyol didepannya. Lalu aku melanjutkan kalimatku.
“Lagi pula aku tidak menyuka hal-hal yang merepotk~” (Kruutttt) tiba-tiba suara perutku berbunyi..
“Ahhhh… , Perutku sangat lapar…” Seketika aku menjadi sangat lemas.
Ah akhirnya aku mengingat bahwa sejak tadi aku belum makan apa-apa, Aku ingat kenapa aku sangat lapar. Tadi pagi karena terlaru terburu makanan pagiku hanya ku makan sedikit dan sepertinya aku sudah menghabiskan energiku dengan berlari dari rumah kesekolah pada pagi tadi. Jadi saat ini aku benar-benar sangat lapar. Lalu dengan tersenyum Arikawa Menyuguhkan Makanannya kepadaku.
“Ini.. apa kau mau !!” Menyuguhakan bekal makan siangnya..
“Ahh.. I-itu.. Tidak perlu, A-aku baik – baik saja~” (Kruutttt) suara akira berbunyi lagi.
Aku mencoba menolaknya, tapi perutku benar-benar tidak bisa menerima perintahku.
“Kau mungkin berbohong tapi suara perutmu tak akan berbohong.. sudah ambil saja lagi pula aku membuat terlalu banyak dan anggap saja sebagai permintaan maafku.”
“A-ahh.. Baiklah.. Terima Kasih !!”
“Ya, cepatlah, istirahat hampir berakhir.”
“Kalau begitu Aku Makan !!.”
Akhirnya akupun memakan bekal milik Aikawa, Kurasa aku adalah lelaki menyedihkan yang memakan bekal seorang gadis.
(Nom, Nom, Nom)
Akhirnya aku memakan bekal buatan Arikawa. Kami menghabiskan Waktu sekitar 10 menit untuk menhabiskannya.
“Ahh~, terima kasih banyak atas makanannya.. Aku benar-benar kenyang sekarang”
“Ya sama-sama, Hmm.. bagaimana menurutmu rasanya ?” dengan sedikit rasa penasaran dia menanyakan hal tersebut padaku.
“Itu adalah makanan yang biasa ibuku buat dan aku meminta resepnya lalu mencoba membuatnya.”
Setelah mendengar itu masakan dari resep ibunya. Aku Tersenyum kearahnya memberitahu jika ini enak. Tetapi makanan ini terasa seperti Familiar walaupun aku tidak bisa mengingatnya.
“Ini benar-benar Enak, dan sepertinya aku pernah merasakan Rasa masakan seperti ini, tapi aku Lupa dimana pernah memakannya.”
“E-ehhh.. Benarkah, dimana ?”
“Sudah kubilang aku lupa, tapi itu terasa sudah lama sekali tapi aku masih mengingatnya rasa seperti ini.”
Meskipun dia menanyakan hal itu, tetap saja aku tidak bisa mengingatnya.
Arikawa seperti memikirkan sesuatu. Dan hanya diam menatap kotak makan siangnya yang sudah kosong. Lalu..
“Akira apakah kau itu….”
#Treenggggg (Bel masuk Kelas pun berbunyi)
“Ahh…. Apa kau bilang sesuatu Arikawa, Maaf aku tidak mendengarmu karena bel itu” karena suara bell yang keras, aku tidak dapat mendengar apa yang Arikawa ucapkan.
“T-tidak kok, lupakan saja.. ayo k-kita m-masuk kelas..”
“Baiklah.. ayo.” Ucapku dengan sedikit rasa penasaran yang masih ada didalam pikiranku.
“Oh ya Minamoto, tolong jangan terlalu banyak bicara padaku dikelas..”
“Ohh.. kenapa memangnya ?”
Dengan rasa keingintahuanku pun bertanya padanya. Tetapi dia tetap diam dan berkata dengan sedikit tergugup.
“T-tidak ada apa, P-pokoknya jangan banyak berbicara denganku dikelas.
Aku hanya mengangguk tanda setuju.
“(ada apa sih dengannya ?)”
[Di kelas]
-hmm.. aku penasaran apa yang Aikawa katakan waktu itu. Dan kenapa aku tak boleh terlalu banyak mengobrol dengannya.
-Ya sudahlah mungkin suatu saat dia akan mengatakannya lagi, lagi pula aku juga tidak suka mengobrol. Itu hanya membuatku lelah.
Setelah itu, hari berjalan seperti biasa. Pelajaran dimulai kembali dan semua murid sudah kembali ke tempat duduknya masing-masing.
#Treenggggg ( Bel Pulang pun berbunyi)
“Hah akhirnya berakhir juga..”
“Dasar Kau ini kerjanya mengeluh terus ya.. Akira”
Suara itu datang dari arah depanku.
“Aku bukan orang super semangat seperti mu Kaito.” Dengan santai aku membalasnya.
Tiba-Tiba..
“Hei Kalian Berdua Bisa Bantu Ibu sebentar.”
“Oh ibu Haruka, ada apa ya ?” Tanya Kaito
“Bantu Ibu untuk mengambil alat-alat untuk kelas ini. Agar kelas yang kalian tempati ini nyaman.”
“Hah.. Kenapa harus Kami ?” Tanpa pikir panjang aku langsung bertanya.
“Kelihatannya hanya kalian yang tidak memiliki Klub/Kegiatan Lain. Lagi pula anak-anak lain tampaknya sudah pergi. Maka dari itu lebih baik bantu ibu.”
“Baiklah Bu, apa yang harus kami ambil.”
Tanpa mendiskusikannya denganku. Kaito seenaknya memutuskan dan menerima apa yang diperintahkan. Bukan berarti aku tidak mau melakukannya. Tetapi dilihat dari sesuatu yang harus dibawa, kemungkinan besar itu benda yang banyak dan tidak bisa diselesaikan dalam satu kali berjalan. Apalagi gudang berada disamping Aula sekolah. Karena itu tempatnya mungkin cukup jauh untuk bolak balik dari Kelas ini kesana. Karena tau fakta itu, aku tiba-tiba menyikut dan berbisik pada Kaito.
“Hey Kaito jangan seenaknya memutuskan.. “
“Hey Ayolah, tidak apa-apa kan.. lagi pula kau tak ada kegiatan kan hari ini, lagi pula ini masih siang”
“Dasar kau ini..”
Akhirnya dengan perasaan Terpaksa, aku melakukannya. Kami mengambil banyak barang dari gudang ke Kelas. Cuaca yang Panas menusuk kulitku. Aku terus mengerutkan Dahiku dan tanpa sadar keringat dikepalaku akhirnya mulai bermunculan. Kaito yang terlihat kepanasan masih tetap bersemangat. Dia tipe orang yang benar-benar aneh. Tetapi justru itulah kenapa dia sangat akrab denganku.
Kotak berisi barang-barang terakhirpun selesai dibawa. Panas yang ada benar-benar membuatku kelelahan. Tiba-tiba Aku teringat dengan bekal yang diberikan Arikawa. Aku tersenyum dan benar-benar berterima kasih kepadanya. Aku tidak tau apa yang akan terjadi jika dia tidak memberikanku makanan tadi.
Setelah Hari Sudah Mulai Sore, Kami Memutuskan untuk segera Pamit Pulang
“Baiklah, ayo segera kita pulang..” Ujar kaito
“Yeaa, aku akan membereskan barang-barangku dulu”
Setelah selesai membereskan barang-barangku, aku dan kaito berjalan keluar sekolah untuk segera pulang..
Tiba- tiba..
“Hehh, t-tidak ada..” Aku memeriksa semua saku ada yang pada baju dan celanaku. Lalu menurunkan tasku dan mengeceknya didalam.
“Ada apa Akira ?” Tanya kaito dengan sedikit bingung.
“Sepertinya HP ku hilang.” Dengan sedikit rasa panik aku mengatakannya pada kaito.
“ Mungkin saja terjatuh disuatu tempat.”
Setelah mengatakannya, kaito membantuku mencari di sekitar kelas, aku masih mengecek bagian dalam tasku sambil berfikir. Lalu aku teringat.
“Ahh.. Mungkin terjatuh diatap sekolah, kau pulang saja duluan Kaito.. aku akan coba mencarinya keatap sekolah, nanti aku akan menyusulmu.” Aku tak ingin merepotkan kaito lebih jauh, karena kuyakin HPku ada disana, jadi aku menyuruh kaito untuk pergi duluan.
“Ya baiklah, Hati-Hati ya..”
“Ya” Dengan jawaban singkat dan padat aku segera bergegas berlari keatap.
Aku mencari kesetiap sudut dan benar seperti dugaanku. HPku berada dibawah kursi panjang yang kami duduki tadi.
“Huh.. ternyata ada disini.”
Tiba-tiba aku melihat sebuah cahaya melintas, sepertinya itu merupakan cahaya yang pernah kulihat sebelumnya.
“Apa itu, asalnya tidak terlalu jauh dari tempat ini.. kurasa aku harus melihatnya meskipun sepertinya akan terjadi hal yang merepotkan!”
Aku Berlari Menuju Sumber Cahaya, dan Aku melihat sesuatu yang sangat tidak biasa. Semua pepohonan dan area sekitar seperti habis terjadi gempa bumi. Semua nya sangat berantakan, pohon-pohon tumbang dan tanah pun hancur. Tetapi, sejak tadi tak terdengar suara gempa, dan yang lebih anehnya lagi tak ada yang menyadari kekacauan ini.
Lalu aku melihat sekeliling dan berlari lebih dekat ke sumbernya. Dan yang sangat mengejutkan, aku melihat sesosok raksasa, tidak.. itu lebih mirip seperti monster. Monster itu berkulit hitam gelap dengan tanduk di kedua sisi kepalanya, di wajahnya terlihat dia memiliki mata yang menyeramkan dan gigi yang tajam. Aku sangat kaget dengan apa yang kulihat, dan mencoba menenangkan diri dan bersembunyi saat kulihat ada satu orang lagi yaitu orang dengan jubah hitam. Orang itu mirip orang yang kutabrak pagi ini. Mereka seperti sedang berbicara.
“Cepat Beritahu Dimana Arc Stone itu kau sembunyikan ?” Tanya monster itu.
“Arc Stone ? apa itu ?” Aku bebicara dalam Hati sambil berfikir.
“Walaupun Aku harus mati Aku Tidak akan Memberitahukan Monster Jelek Seperti mu !!” Si Jubah Hitam itu berkata.
“Kalau Begitu MATILAH” Monster itu Mengarahkan tinjunya ke Si Jubah Hitam.
Si jubah Hitam itu berhasil menghindarinya, tetapi tampak nya si Jubah Hitam sudah terluka parah dan Kelelahan. Si jubah hitam membalas serang. Salah satu tangannya seperti mengeluarkan cahaya, tidak itu lebih mirip sebuah kilatan atau arus listrik dan menyerang monster tersebut tapi monster itu tak berpengaruh apa-apa.
#Brukkkkk…
Si Monster Menyerang ke Jubah Hitam itu lalu si jubah hitam terlempar menabrak dan Menghancurkan Pohon tempat aku bersembunyi. Lalu Jubah yang dia pakai Terlepas dan sangat mengejutkan ternyata dibalik sosok jubah hitam itu ialah seorang perempuan. Perempuan itu kira-kira seusia denganku, Dia memiliki rambut hitam yang panjang. Matanya berwarna biru kecoklatan dengan alis tipis diatasnya. Meski terluka aura keanggunan yang dipancarkannya tetap ada.
Aku memandanginya sampai lupa sesuatu yang penting..
“Ahh.. Ini Gawat, Aku akan ketahuan.”
“Hei, Siapa Kau.” Tanya Monster itu
Dengan sedikit panik, aku mengatakan sesuatu yang langsung terlintas dipikiranku.
“Ahh, Aku hanya orang yang kebetulan lewat dan sekarang aku akan pergi.”
“Hei Kau Kenapa kau bisa kemari, seharusnya manusia biasa tak bisa melihat tempat ini.” Tanya Gadis Misterius itu dengan suara yang lembut tapi ada sedikit rasa cemas dalam suaranya.
“Heh.. apa maksudmu, memang dimana ini ?”
“Ini adalah Dunia Paralel atau Perbatasan antara dunia tempat kalian dan moster itu.”
Perbatasan Dunia Katanya. Apa maksudnya itu? Aku sama sekali tidak mengerti. Apa ini hanya mimpi? Ada monster aneh didepanku dan sekarang dia bilang bahwa ini dunia perbatasan. Dan sejak tadi mereka membicarakan sesuatu yang tidak kumengerti. Aku terus memikirkannya tapi tiba-tiba suara lembut itu muncul kembali.
“Hei, Kau jangan melamun Cepat Pergi.. Ini Berbahaya.”
“Tak Akan Kubiarkan Kau Lari bocah!! Kebetulan Aku sangat LAPAR.” Ujar Monster itu.
“Heahhhh..” Monster itu mengarahkan pukulannya kepada Ku.
#Tringgg.. dengan pedangnya gadis itu menahan pukulan yang dilakukan oleh monster itu. Dari kelihatannya pedang itu memiliki ukiran yang bagus. Pedang berwarna perak dengan dengan sebuah pegangan berwarna abu-abu yang sangat menawan. Sepertinya pedang ditempa dengan sangat baik dan punya ketahanan yang kuat.
“Cepatlah Lari, aku tidak akan kuat menahannya.” Gadis itu mengeluarkan suaranya lagi, tapi kali ini suaranya sedikit berat karena dia sedang menahan pukulan monster itu dengan pedangnya.
Gadis itu menahan Monster itu dengan Kekuatannya. Tapi monster itu terlalu kuat, dan tubuh gadis itu tidak akan bertahan lama. Karena Panik Aku berlari dan berusaha menjauhi medan perang.
Aku harus mencari Bantuan… Tapi tiba Tiba..
(Teringat Sesuatu) “Ingatan Ini..”
(Teringat Sesuatu) “Ingatan Ini..”
“Aaaahhhh…” Gadis itu menjerit.
“KAU MEMBUAT MANGSAKU LEPAS, LEBIH BAIK SEKARANG KAU BERITAHU DIMANA ARC STONE BERADA ?”
“Sudah Kubilang, Lebih baik Mati dari pada Memberi tahumu.” Gadis itu tetap bungkam walaupun sudah terluka cukup parah.
“Jika Kau Tak ingin memberitahu, LEBIH BAIK KAU MATI.” Monster itu mengarahkan serangan ke Gadis Misterius tersebut. Monster itu mengambil kuda-kuda dan pukulannya seperti tembakan Meriam Besar.
#Tringgg..
“Dasar Monster Jelek..”
Aku memegang pedang yang dijatuhkan gadis tersebut, tapi serangan tersebut tidak bisa kutahan dengan sempurna, tangan kiriku sedikit terluka oleh nya. Bodohnya ku tanpa pikir panjang langsung mencoba bertahan dari serangan yang sepertinya bisa membunuhku.
“K-Kau.. Sudah kubilang untuk lari..” Ucap gadis itu.
“Dasar Bodoh, Aku tak akan mungkin meninggalkan seorang Gadis kan !”
“Dasar Bocah Sialan, Bagus lah kau kembali lagi.” Monster itu mengamuk dan mengarah padaku.
Aku bertarung dengan monster itu. Aku hanya menghindar dan terkadang menebasnya. Aku merasakan kecepatanku dan daya tahan tubuhku meningkat. Tapi meski begitu, dia tidak merasakan sakit sedikitpun dengan serangan yang kulakukan.
“Percuma Apa pun yang kau lakukan tidak akan berpengaruh padanya.” Gadis itu berteriak kearahku.
Gadis itu benar, semua yang kulakukan tidak berpengaruh apa-apa. Seranganku tidak dapat menembus lapisan keras kulit monster itu. Aku harus memikirkan sesuatu, sekuat apapun dia pasti dia memiliki titik buta. Aku mengamati terus monster itu dan akhirnya aku tahu sesuatu. Aku sedikit menoleh kehadapan gadis itu agar dia melihat kearahku lalu aku berkata..
“Hey, kau bisa menembakan cahaya aneh itu lagi..”
“E-ehh apa yang ingin kaulakukan..”
“sudahlah jawab saja pertanyaanku !!”
“Walaupun aku bisa, kau sudah melihatnya kan itu tidak berpengaruh apa-apa” gadis itu berkata dengan sedikit putus asa.
“Itu tak masalah, Dengar!! Tembaklah sinar itu tepat di wajahnya saat kuberi tanda..”
Aku terus melakukan serangan kesegala arah, sambil menunggu gadis itu bersiap dengan serangannya. Setelah itu gadis itu seperti member tanda bahwa dia sudah siap kapanpun aku memulai seranganku.
Aku mencoba peruntunganku, aku lari secepat yang kubisa kearah monster itu. Dia mengayunkan tangannya kearahku, aku menghindarinya dengan melakukan sebuah sleding menggunakan bagian belakang punggungku.
Kini monster itu tepat berada di belakangku, tanpa membuang waktu, aku segera berbalik badan dan menyerang daging diantara betis belakang monster itu. Meskipun kulitnya keras, betis belakang memiliki tingkat kekerasan yang paling kecil dan paling mudah untuk dipotong. Monster mencoba menahan keseimbangannya dengan berdiri dengan lututnya.
“AARGHHH..” Monster itu mengaum kesakitan “DASAR BRENGSEK” monster itu terlihat kesal dan ingin berbalik padaku.
“SEKARANG !!” aku meneriakan kata itu sebelum monster itu berbalik, gadis itu langsung menembakan sebuah cahaya aneh itu tepat ke wajahnya.
#Splasshhh
Sinar yang mengenai sang monster mengeluarkan suara yang sangat nyaring dan si monster mulai bereaksi aneh.
“Arghhh, SIAL MATAKU.. MATAKU..”
Ledakan cahaya itu memang tidak berdampak untuk membuat sebuah luka, tapi itu cukup untuk membuat mata monster itu kesakitan dan mengalami kebutaan untuk sementara.
Monster itu masih kesakitan dan berdiri dengan bertumpu pada lutut dibelakangku, dan terus menyerang kesegala arah karena tidak dapat melihat. Dengan kesempatan ini aku segera berbalik dan Menyerang daging pada bagian belakang leher monster itu dengan sekuat tenaga.
Awalnya monster itu memang besar, dan sangat sulit untuk menyerang bagian lehernya, tapi karena aku sudah menyerang bagian lututnya, saat ini dia hanya berdiri bertumpu menggunakan lutut, jadi leher monster itu benar-benar ada pada jangkauan serangan pedangku. Tak peduli sekeras apapun kulitnya, Aku sudah tahu kalau daging belakang leher merupakan titik yang paling vital yang ada pada makhluk hidup.
Dengan mengumpulkan semua kekuatanku, aku mengayunkannya pedang yang kugenggam dengan sekuat tenaga
“Slasshhhhh” suara tebasannya dapat terdengar seperti sebuah dengungan angin karena ketajaman dari pedang ini.
Setelah itu monster itupun terjatuh tanpa berteriak sedikitpun, kurasa akhirnya monster itu mati. Dengan kelelahan aku terduduk dan menoleh kearah gadis itu.
Gadis itu masih terdiam dan terlihat bingung dengan apa yang terjadi. Lalu dengan tersenyum aku berkata padanya.
“Tembakan yang bagus”
“Ahh, i-itu bukan masalah..”
Gadis itu terdiam seperti memikirkan sesuatu. Untuk memecah kesunyian aku kembali berkata..
“Hei kenapa kau melamun.” Aku bertanya pada gadis itu yang diam seperti batu.
“T-tidak, bukan apa-apa” setelah mengatakan itu mata gadis itu kembali terbuka lebar dan mengatakan “C-cepat Pergi dari sana !!”
“Ehh apa yang kau kata-” sebelum berhasil menyelesaikan kata-kataku, sebuah bayangan besar terlihat di belakangku.
Sebuah perasaan membunuh yang kuat terasa dibelakangku, dengan rasa takut dan terus gemetar aku mencoba berbalik.
Sangat mengejutkan, monster besar yang telah tumbang itu berdiri kembali, dengan mata yang menyala merah menatapku penuh kebencian.
“KAU AKAN MATI SIALANNN !!” monster itu sudah bersiap melepaskan tinjunya kearahku, aku mencoba berdiri dan menghindarinya, tapi tubuhku sudah terasa sangat berat dan sangat sulit untuk digerakan.
“HEAAHHHHHHH” Monster itu akhirnya melepaskan tinjunya, terlihat dari kekuatannya itu mungkin akan membuat tubuhku hancur dan membuatku terbunuh.
“Cihh, apa aku akan mati disini.” Keputusasaan melanda seluruh pikiranku, aku hanya mampu mengeluh atas ketidakmampuan yang kumiliki.
Tinju itu melesat sangat cepat, saat tinju itu hampir mengenaiku. Tiba-tiba..
“ITU BERBAHAYA.” Sebuah kata-kata lembut tetapi penuh dengan kekuatan keluar dari arah depanku. Saat aku melihatnya itu adalah gadis misterius yang ada dibelakangku. Entah apa yang terjadi, tapi saat ini dia ada didepanku, dan mencoba menahan tinju sang monster.
Aku ingin mencoba mengatakan bagaimana bisa, tapi kata-kata itu tidak mau keluar dari mulutku. Gadis itu masih tetap bertahan dengan semua yang dia miliki. Tapi kekuatan monster itu sangat besar, bahkan lebih besar dari sebelumnya. Gadis itu sudah sampai pada batasnya, dan dia menerima pukulan monster itu, pukulan itu sangat dahsyat membuat gadis yang ada didepanku dan aku terlempar cukup jauh dan terhenti dengan suara ‘Sreekk’ di sebuah pohon besar.
Rasa sakit yang kurasakan bahkan sampai membuatku tidak bisa berteriak, rasa sakit ini hampir membuat kesadaranku menghilang. Aku melihat kearah gadis yang sedang pingsan berada didepan dadaku, dia yang ada didepanku berarti meredam semua rasa sakitnya. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya. Aku terus mencoba tenang dan menjaga agar tetap sadar.
Tapi, tanpa memberikan kesempatan. Aku merasakan bahwa Sosok makhluk yang melempar kami, sedang menuju kearah kami. Monster itu sepertinya benar-benar menjadi buas. Aku menaruh gadis yang ada di dadaku ketanah di samping tubuhku. Lalu, aku mencoba berdiri, rasa sakit yang kurasakan benar-benar luar biasa, tapi jika tidak mempersiapkan diri lagi. Maka jika selanjutnya kami terkena serangan itu, kami akan mati.
Dengan berusaha keras aku mencoba untuk menyeimbangkan tubuhku, dan mengangkat pedangku kedepan. Setelah itu monster yang menyerang kami sudah ada didepan mataku.
“KAU BENAR BENAR MEMPUNYAI KETAHANAN TUBUH YANG LUAR BIASA.. TAPI SEKARANG KALIAN BERDUA AKAN MATI...”
Lagi-Lagi si monster akan mengeluarkan jurus yang sebelumnya dia keluarkan tapi kelihatannya itu lebih kuat dan memiliki daya ledak yang sangat besar.
“Apa Yang Harus Kulakukan. Jika terkena serangan itu kami berdua akan..” Aku bergumam.
“HEAHHH… MATILAH !” Monster itu berteriak penuh kemarahan.
“A-Aku tak ingin mati, Karena Masih Banyak yang ingin kulakukan..”
“Hiahhhh…” Tiba-tiba seperti ada cahaya yang keluar dari tubuhku.
#Duarrrr
Kedua Serangan itu berbenturan dan membuat seluruh tempat ku berpijak bergetar karena efek serangan tersebut.
BERSAMBUNG
Chapter 1 : Download
Original Created by Aziz Musyaffa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar